Jumat, 15 Juni 2012

Gede Pasek Bicara Soal Anas: Seandainya Anas Hanya Ketua Fraksi



Jakarta Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum tengah menjadi sorotan. Tidak hanya tokoh luar partai, tetapi juga di dalam partai. Tidak terkecuali di mata koleganya Gede Pasek Suardika. Anas dinilai sosok potensial untuk 2014.
"Seandainya Anas hanya ketua fraksi biasa saja, enggak mungkin seperti ini," jelas Pasek yang juga Ketua DPP PD di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (14/6/2012).
Entah apa yang dimaksud Pasek. Pastinya dia mengungkapkan potensi yang dimiliki Anas. Tapi potensi itu justru dinilainya menjadi bumerang.
"Kesalahannya Anas itu, pertama dia orang muslim, dia orang Jawa, dia tokoh pemuda, dan dia pemimpin partai besar," jelas Pasek.
Hingga kemudian, menurut Pasek, PD diserang isu korupsi, yang bergulir pada citra partai yang turun hingga desakan Anas Mundur. Anas menurut Pasek adalah calon pemimpin yang potensial untuk maju pada Pilpres 2014 dilihat dari kategori di atas. Oleh karena itu banyak yang tidak suka dengan mantan ketua PB HMI tersebut.
"Saran saya ya terimalah kondisi kesalahan sejarah itu," ungkap Ketua Komisi III ini.

Minggu, 03 Juni 2012

Komisi III Yakin KPK Akan Kerja Tegas & Tuntas dalam Kasus Cek Pelawat



Jakarta Kasus cek pelawat pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI) memasuki babak baru setelah ditahannya Miranda S Gultom. Ketua Komisi III DPR Gede Pasek Suardika yakin akan kinerja KPK dalam menuntaskan kasus cek pelawat DGS BI tersebut.
"Ya saya yakin KPK pasti akan bekerja dengan tegas, jelas dan tuntas termasuk dalam kasus cek pelawat tersebut," ujar Pasek kepada detikcom, Senin (4/6/2012).
Pasek memberi catatan yang menurutnya penting bagi KPK. Yakni, bagaimana KPK profesional dan terukur dalam menangani kasus tersebut.
"Agar secara profesional, terukur dan sistematis dengan tetap dalam bingkai menghormati hak-hak asasi manusia dari pihak-pihak yang terlibat," ungkap politisi PD ini.
Pasek berjanji Komisi III akan terus mengawal kasus yang ditangni KPK termasuk kasus cek pelawat ini.
"Tugas kami kan melakukan pengawasan dan memastikan proses penegakan hukum berjalan secara benar dan jauh dari tekanan, intervensi, dan pengaruh peradilan opini," tutupnya.
Sementara itu rekan kerja Pasek di Komisi III yang juga anggota FPD Didi Irawadi Syamsuddin mengatakan penahanan Miranda adalah sebuah langkah maju KPK. Namun tetaplah tidak tuntas apabila siapa pengusaha besar sekaligus pemodal besar dibalik kasus ini tidak terungkap.
"Penjelasan ketua KPK soal kasus cek pelawat tidak jelas dan tidak tuntas, tidak memuaskan! Siapa dalang besar, pengusaha besar, bos besar tidak terlihat. Miranda, Nunun dan para anggota DPR lagi-lagi hanyalah korban. Setidaknya bukan aktor utama," ungkapnya.

(mpr/mpr)

Kamis, 31 Mei 2012

Gede Pasek Suardika Berita & Cerita Terkini

Setelah dilantik menjadi ketua Komisi III DPR RI, Gede Pasek Suardika SH., MH. File Pribadinya terus dibuka-buka oleh berbagai kalangan masyarakat Indonesia tidak terkecuali kalangan pers. Seperti yang dikutif dari WWW.Cerita.com. Website ini mencoba mengungkap bagaimana latar belakang yang dimiliki pak GPS ini.

Gede Pasek Suardika Resmi Dilantik Jadi Ketua Komisi III DPR

Jakarta Anggota Fraksi Partai Demokrat (PD) Gede Pasek Suardika resmi dilantik jadi Ketua Komisi III DPR. Ia diminta untuk konsisten membawa Komisi III memerangi korupsi.

Pantauan detikcom di ruang Komisi III Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (31/5/2012), rapat Komisi III DPR dengan Komnas HAM diinterupsi oleh kedatangan Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso. Maksud kedatangannya adalah untuk melantik Gede Pasek yang sudah menunggu di ruangan.

Terkait Grasi bagi Corby Gede Pasek Suardika: Interpelasi Bisa Memberi Preseden Buruk bagi DPR

JAKARTA, (PRLM).- Hak Interpelasi yang diajukan DPR RI terkait pemberian grasi bagi terdakwa asal Australia, Corby, dianggap akan memberi preseden buruk bagi DPR. Niatan DPR RI untuk meminta kejelasan latar belakang pemberian grasi oleh Presiden SBY itu malah akan menjadi sebuah intervensi.

Pasek: Perkara Hambalang Tak Menyandera Demokrat!

JAKARTA, - Ketua DPP Partai Demokrat I Gede Pasek Suardika menilai, kasus proyek pusat olahraga di Bukit Hambalang, Sentul, Bogor, Jawa Barat, sama sekali tak menyandera Partai Demokrat. Pasalnya, kata Pasek, proyek itu sudah ada sebelum Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Presiden pada 2004 lalu.

==============Kami tidak merasa tersandera sama Hambalang. Ini kasus lama. Hambalang ini bukan barang baru. Hambalang ada kan sebelum Partai Demokrat ada.=================
-- I Gede Pasek Suardika

BEM IHDN Gelar Seminar Nasional


BEM IHDN Gelar Seminar Nasional
Santun Berpolitik Implementasi Spirit Pancasila


Usai resmi dilantik, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Hindu Darma Negeri (IHDN) Denpasar periode 2012-2013 menggelar kegiatan perdana yang dikemas dalam sebuah seminar nasional, Kamis (10/5). Seminar nasional kerja sama dengan Dirjen Kesbangpol Kementrian Dalam Negeri RI tersebut mengambil tema “Santun Berpolitik Implementasi Spirit Pancasila” menghadirkan pembicara para pakar perpolitikan, seperti Direktur LKSD Bali Dr. Ir. I Wayan Jondra, M. Si dan anggota DPR-RI I Gede Pasek Suardika, S.H.,M.H.